Jeda aktif untuk hari yang terasa lebih ringan

Bekerja produktif bukan berarti tubuh harus menanggung diam yang kaku. Selipkan jeda untuk bernapas, bergerak, dan mereset postur Anda.

"Di kota yang tak pernah tidur seperti Jakarta atau Bandung, mengambil jeda sering dianggap membuang waktu. Padahal, memberikan ruang bagi tubuh untuk rileks sesaat adalah kunci menjaga fokus hingga sore hari."

Praktik Jeda di Ruang Kerja

Berdiri Beberapa Menit

Jika Anda menerima telepon atau harus membaca dokumen panjang, cobalah melakukannya sambil berdiri. Mengganti tumpuan dari panggul ke kaki membantu melancarkan peredaran darah.

Peregangan Halus

Tidak perlu gerakan senam yang rumit. Mengangkat kedua tangan ke atas perlahan, atau merotasi bahu ke belakang sebanyak lima kali sudah cukup mengendurkan ketegangan mekanis pada area dada dan punggung atas.

Berjalan Singkat

Lakukan patroli kecil di area rumah tangga jika Anda WFH, atau berjalan menyusuri lorong kantor. Aktivitas ringan ini memberi otak sinyal bahwa tubuh tidak sedang terkunci.

20/20

Mengatur Jeda Mata

Ketegangan fisik sering berawal dari kelelahan mata akibat layar. Terapkan jeda visual yang nyata. Setiap 20 menit, palingkan pandangan Anda dari laptop dan tatap objek sejauh kurang lebih 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Hal sederhana ini merelaksasi otot siliaris di mata Anda.

Catatan Edukasi: Informasi mengenai jeda aktif ini dirancang untuk kesejahteraan dan kenyamanan umum. Kami tidak memberikan saran pengobatan, diagnosis, atau klaim medis apa pun mengenai kondisi tubuh Anda.